Dalam kegiatan pengiriman barang yang menggunakan kontainer, pasti banyak istilah pengiriman atau bahasa pengiriman yang mungkin oleh sebagian oleh orang awam masih belum mengetahui. Tulisan kali ini akan membahas Stuffing. Apa itu Stuffing? Bahasa mudahnya adalah ‘Proses muatan(barang) masuk dalam kontainer’. Nah, jika secara etimologi adalah ‘Dimana barang akan dimuat dalam sebuah wadah untuk dikirim’. Ada juga yang mengartikan stuffing adalah ‘kegiatan loading cargo ke dalam kontainer baik yang 20ft maupun 40ft’. Stuffing sendiri adalah salah satu proses yang sangat penting, jika tidak ada, maka proses pemgriman barang ke suatu tempat tidak akan terjadi. Pada prinsipnya Stuffing adalah proses mengoptimalisasikan sebuah container. mengoptimalisasi dalam maksud memaksimumkan kapasitas kontainer. 

 

Ada beberapa jenis stuffing:

 

Stuffing Dalam

Lokasi Stuffing berada dalam depo kontainer

 

Stuffing Luar
Lokasi Stuffing berada diluar depo kontainer (Gudang pemilik, Pabrik, Toko dan lainnya)

 

Untuk menghindari masalah seperti kargo meluap atau pemborosan penggunaan ruang kontainer. Penting bagi pengirim untuk memiliki rencana isian (Stuffing Plan) sebelum kargo masuk ke dalam kontainer. 

 

Berat Muatan

Selain ukuran dan berat kargo, Stuffing Plan juga harus mempertimbangkan beratnya. Penting untuk dicatat bahwa banyak negara mempunyai batas berat yang mendapatkan izin untuk jalan, melalui transportasi darat , laut, maupun udara. Batas berat tersebut tidak boleh melebihi batas maksimum. Kelebihan beban akan berakibat dalam keselamatan pengendara dan kualitas pengiriman. 

 

Dalam prosesnya ada beberapa metode yang memudahkan, antara lain:

 

Peti Karton

Bila berat peti/karton tidak sama, maka peti karton yang lebih berat letakkan dan susun dari bawah. Bila susunan peti karton seragam maka tumpukan pertama susunlah dari kanan ke kiri dan tumpukan dua dari kiri ke kanan.

 

Muatan Karung yang tak menggunakan palet

Stuffing non paletSusunlah karung pada tumpukan pertama dengan baris melintang petikemas dan paling ujung membujur petikemas. Selanjutnya pada tumpukan kedua, dua baris melintang mulai dari atas yang membujur dan yang paling ujung susunlah membujur. 

 

Muatan Drum/Barrels

Drum atau Barrel harus tersusun secara berdiri. Selang satu baris, berilah dunnage.

DunnageMulai dari kiri ke kanan atau dari depan ke belakang. Pergunakan dunnage dari bagian atas tumpukan/susunan pertama untuk memulai tumpukan/susunan kedua. Untuk mengurangi broken space, gunakan alas papan pada baris urutan ganjal agar benjolan drum tidak bersentuhan satu sama lain. 

 

Muatan yang menggunakan palet

Palet StuffingMuatan yang menggunakan palet harus terikat menggunakan karet ban, ikatan baja atau plastik dan ikat pada palet. Bila petikemas hanya terisi oleh satu atau dua palet saja maka letakkan susunan palet berada di tengah dan diperkuat letaknya dengan ganjal (Choking) agar muatan palet tak bergoyang.

 

Muatan Long Length Cargo

Muatan ini lebih baik menggunakan peti kemas jenis flat rack atau open top untuk memudahkan pemuatan dan pembongkaran. Pasang ganjal ujung peti kemas agar mudah mengeluarkan muatan. Gunakan dunnage agar sling dapat mudah masuk 

 

Dokumen yang anda harus siapkan untuk memulai proses stuffing

 

  1. Tally Sheet
    Dokumen yang digunakan oleh checker untuk menulis rincian barang yang akan dimuat ke dalam satu kontainer
  2. Surat Jalan
    Dokumen wajib yang harus diserahkan ketika melakukan pengiriman barang dari satu tempat ke tempat yang lain. Berfungsi sebagai bukti kejelasan dan rincian barang yang terkirim telah sampai pada penerima.
  3. Surat Perintah Muat.
    Surat perintah yang dikeluarkan oleh Jasa Ekspedisi untuk melanjutkan proses stuffing. 

 

Saat Stuffing pastikan:

  • Kontainer tidak berbau tajam dari muatan sebelumnya.
  • Kontainer tidak berlubang. 
  • Pintu kontainer bisa menutup rapat.
  • Kondisi
  • Pastikan kontainer layak pakai.
  • Hitung dan pastikan jumlah barang sesuai dengan permintaan.
  • Apabila tidak sesuai dengan permintaan, laporkan ke pemilik barang sebelum melakukan segel.
  • pastikan kondisi barang dalam keadaan baik.
  • setelah kontainer full dan tersusun rapi informasikan ke krani agar lanjut ke segel pelayaran (Stuffing Dalam). 

Memilih Peti kemas atau Kontainer yang Siap Digunakan